Friendship makes me happy

Friendship makes me happy

Friendship makes me happy

Friendship makes me happy

Jumat, 05 September 2014

Adaptasi Lingkungan ala Mahasiswa Perantauan

Waktu Indonesia dihebohkan dengan kasus status path-nya Florence Sihombing, kita harus belajar bahwa beradaptasi atau menyesuaikan diri di lingkungan sekitar merupakan hal penting bagi mahasiswa perantauan, termasuk ane sendiri. "Kalo Nggak suka sama orang Yogya, mending belajar beradaptasi sama mereka. Biar hidupnya tenteram sama kaya orang Yogya umumnya", itulah saran ane buat si mbak Florence.

Ya memang kalo adaptasi awalnya menyulitkan terutama buat Mahasiswa baru perantauan. Seperti ane waktu pertama kuliah di Institut Manajemen Telkom (sekarang Telkom University). tapi kalo pake positive thinking saja, pasti akan terasa lebih mudah. Walaupun Bangsa Indonesia memiliki kepribadian dan identitas yang berbeda - beda, cara Adaptasi ini mampu mempersatukan perbedaan antara Masyarakat Lokal dengan Mahasiswa Perantauan.

Belajar beradaptasi bisa dimulai dengan cara memberi salam, permisi, minta ijin, makan, minum, dan lain sebagainya. Misalnya ane kalo di Bandung ngomongnya harus santai. Dan juga kalo ingin permisi harus bilang kata "punten" ke orang lain yang berarti permisi dalam bahasa Sunda. Selama saya 3 tahun kuliah, ane selalu belajar Adaptasi diri dengan lingkungan sekitar secara bertahap.

Dengan begitu, Orang lain akan merasa nyaman kalo kita sebagai Mahasiswa Perantauan mampu mengadaptasikan diri kepada kehidupan masyarakat lokal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar